Thursday, 13 September 2018

Hukum kedua - Hukum Taurat


Hukum II 
 
“(4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (5) Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (6) tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu”.
(Keluaran 20:4-6)

1. Apa yang sebenarnya dilarang dalam hukum ke dua ini?
• Bolehkah orang Kristen membuat patung (patung berhala) untuk disembah?
Jawab:
Jelas tidak boleh. Membuat patung berhala baik untuk disembah sendiri maupun disembah oleh orang lain adalah pelanggaran terhadap hukum ke dua ini.

• Bolehkah orang Kristen membuat patung (patung berhala), tetapi bukan untuk disembah?
Jawab:
Ternyata membuat patung berhala (contoh: patung budha, kwan im, dll), meskipun tidak untuk disembah (misalnya untuk dijual, atau sebagai hiasan) tetaplah termasuk pelanggaran terhadap hukum ini.
Karena yang dimaksud “patung” dalam ayat 4 tersebut bukanlah sembarang patung, melainkan patung berhala. (Hal ini dapat secara jelas terlihat dari bahasa Ibrani)

• Bolehkah orang Kristen membuat patung (bukan patung berhala) untuk disembah?
Jawab:
Hal ini juga merupakan pelanggaran terhadap hukum ini. Membuat patung apapun untuk disembah, baik disembah sendiri maupun disembah orang lain tetaplah tidak boleh.

• Bolehkah orang Kristen membuat patung (bukan patung berhala) dan tidak untuk disembah?
Jawab:
Untuk yang ini boleh dilakukan dan tidak melanggar hukum ke dua ini. (ingat bahwa yang dimaksud “patung” dalam ayat 4 adalah patung berhala, jadi bukan seadanya patung)

• Bolehkah orang Kristen menyembah patung Yesus, Salib, Alkitab, para Rasul?
Jawab:
Meskipun patung atau benda tersebut bernuansa Kekristenan, penyembahan terhadapnya tetap merupakan pelanggaran terhadap hukum ini.

Bolehkah orang Kristen menggunakan patung Yesus, Salib, Alkitab sebagai “jimat” atau “pelaris” usaha?
Jawab:
Hal ini jelas tidak boleh dilakukan dan juga tergolong pelanggaran hukum ini. Sumber berkat dan petolongan kita adalah Tuhan sendiri bukan pada patung apapun juga.

2. Mengapa Allah memberikan hukum ini?

Jawab:
Allah memberikan hukum ini berkenaan dengan salah satu sifatNya yaitu Allah yang cemburu: “sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu,” (ay 5).
Apa maksudnya cemburu di sini? The Bible Exposition Commentary mengatakan:
“Kata ‘cemburu’ menyatakan kasihNya bagi umatNya karena Ia menginginkan yang terbaik bagi mereka. Sama seperti orang tua cemburu atas anak-anak mereka dan orang-orang atas pasangan mereka, demikianlah Allah cemburu atas orang-orang yang Ia kasihi dan tidak mau mentoleransi persaingan . Dalam Kitab Suci, penyembahan berhala adalah sama dengan pelacuran dan perzinahan. Allah menginginkan dan layak mendapatkan kasih yang hanya ditujukan kepadaNya dari umatNya .”

3. Adakah akibat bagi yang melanggar hukum ini?

Jawab:
Pelanggaran terhadap hukum ini akan mengakibatkan hukuman dari Tuhan. Ayat 5: “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,.”
Apa yang dimaksud dengan Allah membalaskan kesalahan bapa kepada anak-cucunya? Bagaimana jika anak-cucu tersebut tidak ikut dalam peyembahan berhala yang dilakukan oleh bapanya; apakah tetap akan dihukum darena dosa bapanya?
Jawab:
Ayat ini tidak bermaksud bahwa:
- Bapa yang berdosa tidak dihukum, tetapi anak-cucunya yang dihukum
- Bapa yang berdosa dihukum dan anak cucunya (yang tidak bersalah) juga dihukum.

Kedua hal di atas ini akan bertentangan dengan Ulangan 24:16 dan Yehezkiael 18:20
• Ulangan 24:16 “Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri”.
• Yehezkiel 18:20 “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya”.

Jadi, maksud ayat ini adalah seseorang yang menyembah berhala akan dihukum dan anak-cucunya akan dihukum juga ketika mereka ikut tradisi penyembahan berhala itu. Perlu diingat bahwa dosa penyembahan berhala adalah dosa yang sangat waran dan mudah diturunkan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu hukuman ini tidak berlaku bagi anak-cucu yang bertobat atau tidak melanggar hukum ini.

4. Adakah Janji berkat bagi yang menaati hukum ini?

Jawab:
Ada janji berkat bagi yang menaati hukum ini, yaitu terdapat dalam ayat 6:
“tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu”.
Catatan:
Berkat ini diberikan bagi orang yang taat dan cinta pada Tuhan atau dengan kata lain, berkat ini diberikan kepada orang yang taat karena mencintai Tuhan.
Hal ini perlu direnungkan, karena banyak orang yang taat bukan karena cinta kepada Tuhan tetapi karena terpaksa, karena takut dihukum atau karena ingin mendapat hadiah/ berkat. Yang demikian bukanlah ketaatan yang sejati.
Renungkanlah selama ini Anda menaati Tuhan karena apa? KIranya kita menaati Tuhan karena kita mengasihiNya.

5. Pernahkah Anda jatuh dalam pelanggaran hukum ini? Apakah Anda sudah bertobat? Bagaimana kisah pertobatan Anda? Sharingkanlah!!!

Jika Anda masih melanggar hukum ini, maukah saat ini Anda bertobat?

No comments:

Post a Comment