Hukum II
“(4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (5) Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (6) tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu”.
“(4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (5) Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (6) tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu”.
(Keluaran 20:4-6)
1.
Apa yang sebenarnya dilarang dalam hukum ke dua ini?
• Bolehkah orang Kristen
membuat patung (patung berhala) untuk disembah?
Jawab:
Jelas tidak boleh. Membuat
patung berhala baik untuk disembah sendiri maupun disembah oleh orang lain
adalah pelanggaran terhadap hukum ke dua ini.
• Bolehkah orang Kristen
membuat patung (patung berhala), tetapi bukan untuk disembah?
Jawab:
Ternyata membuat patung berhala
(contoh: patung budha, kwan im, dll), meskipun tidak untuk disembah (misalnya
untuk dijual, atau sebagai hiasan) tetaplah termasuk pelanggaran terhadap hukum
ini.
Karena yang dimaksud “patung”
dalam ayat 4 tersebut bukanlah sembarang patung, melainkan patung berhala. (Hal
ini dapat secara jelas terlihat dari bahasa Ibrani)
• Bolehkah orang Kristen
membuat patung (bukan patung berhala) untuk disembah?
Jawab:
Hal ini juga merupakan
pelanggaran terhadap hukum ini. Membuat patung apapun untuk disembah, baik
disembah sendiri maupun disembah orang lain tetaplah tidak boleh.
• Bolehkah orang Kristen
membuat patung (bukan patung berhala) dan tidak untuk disembah?
Jawab:
Untuk yang ini boleh dilakukan
dan tidak melanggar hukum ke dua ini. (ingat bahwa yang dimaksud “patung” dalam
ayat 4 adalah patung berhala, jadi bukan seadanya patung)
• Bolehkah orang Kristen
menyembah patung Yesus, Salib, Alkitab, para Rasul?
Jawab:
Meskipun patung atau benda
tersebut bernuansa Kekristenan, penyembahan terhadapnya tetap merupakan
pelanggaran terhadap hukum ini.
• Bolehkah orang Kristen
menggunakan patung Yesus, Salib, Alkitab sebagai “jimat” atau “pelaris” usaha?
Jawab:
Hal ini jelas tidak boleh
dilakukan dan juga tergolong pelanggaran hukum ini. Sumber berkat dan
petolongan kita adalah Tuhan sendiri bukan pada patung apapun juga.
2. Mengapa Allah memberikan
hukum ini?
Jawab:
Allah memberikan hukum ini
berkenaan dengan salah satu sifatNya yaitu Allah yang cemburu: “sebab Aku,
TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu,” (ay 5).
Apa maksudnya cemburu di sini?
The Bible Exposition Commentary mengatakan:
“Kata ‘cemburu’ menyatakan
kasihNya bagi umatNya karena Ia menginginkan yang terbaik bagi mereka. Sama
seperti orang tua cemburu atas anak-anak mereka dan orang-orang atas pasangan
mereka, demikianlah Allah cemburu atas orang-orang yang Ia kasihi dan tidak mau
mentoleransi persaingan . Dalam Kitab Suci, penyembahan berhala adalah sama
dengan pelacuran dan perzinahan. Allah menginginkan dan layak mendapatkan kasih
yang hanya ditujukan kepadaNya dari umatNya .”
3. Adakah akibat bagi yang
melanggar hukum ini?
Jawab:
Pelanggaran terhadap hukum ini
akan mengakibatkan hukuman dari Tuhan. Ayat 5: “Jangan sujud menyembah
kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah
yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada
keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,.”
Apa yang dimaksud dengan
Allah membalaskan kesalahan bapa kepada anak-cucunya? Bagaimana jika anak-cucu
tersebut tidak ikut dalam peyembahan berhala yang dilakukan oleh bapanya;
apakah tetap akan dihukum darena dosa bapanya?
Jawab:
Ayat ini tidak bermaksud bahwa:
-
Bapa yang berdosa tidak dihukum, tetapi anak-cucunya yang dihukum
- Bapa yang berdosa dihukum dan
anak cucunya (yang tidak bersalah) juga dihukum.
Kedua hal di atas ini akan
bertentangan dengan Ulangan 24:16 dan Yehezkiael 18:20
•
Ulangan 24:16 “Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak
dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya
sendiri”.
• Yehezkiel 18:20 “Orang yang
berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan
ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar
akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung
atasnya”.
Jadi, maksud ayat ini adalah
seseorang yang menyembah berhala akan dihukum dan anak-cucunya akan dihukum
juga ketika mereka ikut tradisi penyembahan berhala itu. Perlu diingat bahwa
dosa penyembahan berhala adalah dosa yang sangat waran dan mudah diturunkan
dari generasi ke generasi. Oleh karena itu hukuman ini tidak berlaku bagi
anak-cucu yang bertobat atau tidak melanggar hukum ini.
4. Adakah Janji berkat bagi
yang menaati hukum ini?
Jawab:
Ada janji berkat bagi yang
menaati hukum ini, yaitu terdapat dalam ayat 6:
“tetapi Aku menunjukkan kasih
setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang
berpegang pada perintah-perintahKu”.
Catatan:
Berkat
ini diberikan bagi orang yang taat dan cinta pada Tuhan atau dengan kata lain,
berkat ini diberikan kepada orang yang taat karena mencintai Tuhan.
Hal ini perlu direnungkan,
karena banyak orang yang taat bukan karena cinta kepada Tuhan tetapi karena
terpaksa, karena takut dihukum atau karena ingin mendapat hadiah/ berkat. Yang
demikian bukanlah ketaatan yang sejati.
Renungkanlah selama ini Anda
menaati Tuhan karena apa? KIranya kita menaati Tuhan karena kita mengasihiNya.
5. Pernahkah Anda jatuh
dalam pelanggaran hukum ini? Apakah Anda sudah bertobat? Bagaimana kisah
pertobatan Anda? Sharingkanlah!!!
Jika Anda
masih melanggar hukum ini, maukah saat ini Anda bertobat?
No comments:
Post a Comment