Thursday, 13 September 2018

Hukum keTujuh - Hukum Taurat


 HUKUM 7
JANGAN BERZINAH (KELUARAN 20:14)

1. Menurut saudara, apa saja yang tergolong dalam dosa perzinahan?

Jawab:
• Semua hubungan seksual yang dilakukan bukan dengan pasangan yang sah: pelacuran,perselingkuhan, seks pranikah
• Semua jenis penyimpangan seksual: homoseks, seks dengan binatang, seks dengan mayat, dll
• Pernikahan dengan seseorang yang bercerai secara tidak sah yaitu bercerai bukan karena alasan perzinahan pasangannya
- Matius 19:9 - “Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.’”.
- Matius 5:32 - “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah”.
Contoh Kasus:
seorang suami menceraikan isterinya bukan karena istrinya berzinah, melainkan karena alasan ketidakcocokan. Maka dalam kasus ini, jika suami menikah kembali maka pernikahannya yang kedua itu adalah perzinahan. Demikian juga dengan sang istri, jika ia dinikahi orang lain, maka pernikahannya itu juga sebuah perzinahan.
• Perzinahan dalam hati
Matius 5:28 - “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya (dengan penuh nafsu), sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”.
** perzinahan dalam hati ini bisa terjadi baik dalam dunia nyata maupun dunia maya, yaitu dalam bentuk pornografi.

2. Di dalam dunia yang makin rusak ini, dosa perzinahan (termasuk pornografi di dalamnya) dianggap sebagai dosa yang biasa, tidak lagi tabu. Banyak orang tidak takut melakukannya karena sudah demikian banyak orang yang melakukannya. Bagaimana seharusnya kita memandang dosa ini?

Jawab:
I Korintus 6:9-10 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Standar kita adalah firman Tuhan bukan kata orang banyak. Dan jelas sekali bahwa Alkitab memandang dosa ini sebagai pelanggaran yang serius. Jadi tidak peduli bagaimana orang banyak memandangnya, kita tidak boleh main-main dengan dosa ini.

Pertanyaan Aplikatif

3. Secara pribadi, apa yang harus kita jaga dalam diri kita agar tidak jatuh kedalam pelanggaran hukum ini?
Jawab:
• Kita harus menjaga mata
Ayub 31:1 "Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara?
Bisa dikatakan bahwa hampir semua perzinahan terjadi melibatkan mata, maka kita harus berkomitmen tidak menggunakan mata kita melihat atau membaca sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan.

• Kita harus menjaga mulut
Efesus 5:3-4 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono - karena hal-hal ini tidak pantas - tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
Banyak orang yang menggunakan mulutnya untuk menceritakan hal-hal yang bersifat cabul, biasanya untuk bercanda, dll. Ini juga termasuk mengirimkan gambar-gambar atau cerita lucu yang bersifat cabul di media sosial. Kita harus menghindari semua itu.

• Kita harus menjaga pikiran
Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Kita harus memastikan bahwa apa yang kita pikirkan itu bukan sesuatu yang najis. Kita harus waspada dalam waktu-waktu luang kita, dimana jika kita tidak hati-hati, dalam waktu luang itu kita bisa saja memikirkan sesuatu yang dosa yang akhirnya membawa kepada perzinahan.

• Kita harus menjaga hati
Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Kita harus menjaga hati kita dengan hati yang takut akan Tuhan. Menyadari bahwa Tuhan itu Mahatahu. Pengertian ini penting karena seringkali dosa perzinahan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, padahal bagaimanapun juga Tuhan yang Maha Suci mengetahuinya.

4. Sebagai pasangan, apa yang harus kita jaga agar kita tidak rawan jatuh dalam dosa perzinahan?

Jawab:
• Kita harus menjaga keharmonisan rumah tangga

Kasus perzinahan rawan terjadi ketika rumah tangga tidak harmonis: pertengkaran yang hebat, luka hati yang dalam, masalah atau konflik yang tidak terselesaikan, dll. Maka penting bagi pasangan untuk saling aktif dalam memberikan sumbangsih keharmonisan rumah tangga.
• Masing-masing harus memenuhi kebutuhan cinta kasih pasangannya

Bisa jadi bahwa kasus perzinahan terjadi bukan karena adanya pertengkjaranyang hebat, tetapi karena kurangnya cinta kasih dalam rumah tangga. Oleh sebab itu penting bagi masing-masing aktif menyatakan cinta kasihnya kepada pasangannya.

5. Sebagai orang tua, apa yang harus kita lakukan untuk menjaga agar anak-anak kita tidak jatuh ke dalam dosa ini?

Jawab:
• Mengajarkan firman Tuhan agar mereka menjadi anak yang takut akan Tuhan. Dalam hal ini kita bisa memakai “MEZBAH KELUARGA”
• Mengontrol, mengawasi, membatasi penggunaan internet melalui komputer, gadget atau smartphone
• Mengarahkan anak-anak yang mulai masuk masa pacaran agar mereka sungguh-sungguh menjaga kekudusan hidup.

6. Apakah saat ini ada di antara kita yang masih melakukan dosa ini, apakah itu berupa perzinahan dalam hati, pornografi, bahkan perzinahan fisik? Kalau ada maukah saudara bertobat, minta ampun kepada Tuhan dan meninggalkan dosa ini?

No comments:

Post a Comment