Friday, 31 July 2015

FILOSOFI MATEMATIKA




Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS ?
Mengapa MINUS di kali PLUS
atau sebaliknya PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS ?
Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS ?

Hikmatnya adalah :
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yg BENAR adalah suatu tindakan yg BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yg SALAH,
atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yg BENAR adalah suatu tindakan yg SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x – = -
– x + = -

3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yg SALAH adalah suatu tindakan yg BENAR.
Rumus matematikanya :
– x – = +
Pelajaran matematika ternyata sarat makna.
Kebenarannya pasti atau tepat,
yg bisa kita ambil sebagai PELAJARAN HIDUP.
Untuk matematika pembagian adalah sebagai berikut :
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga)

Maknanya adalah :
Kalo kita melakukan perbuatan baik,
kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu,
m a k a semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).
Tetapi ketika kita melakukannya dgn IKHLAS,
tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apapun,
sama dgn 1 ÷ 0,
m a k a hasilnya akan "Tak Terhingga",
yg artinya TUHAN akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dgn balasan yg tak terhingga.
• Tatkala kita memperbaiki niat kita,
saat itulah TUHAN memperbaiki keadaan kita.
• Ketika kita menginginkan Kebaikan untuk orang lain,
m a k a Kebaikan itu datang kepada kita dari arah yg tak kita duga sebelumnya.
• Di saat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia,
TUHAN menjadikan orang lain juga membahagiakan kita.
• Oleh sbab itu, carilah selalu Kesempatan untuk "memberi", bukan "mengambil".
• Setiap kali kita memberi,
m a k a di saat itulah kita di beri oleh TUHAN, tanpa kita meminta.

“Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan”
(Amsal 20:21)
Gbu

Thursday, 30 July 2015

Tetap Rendah hati


Andai kata gula pasir bisa ngomong,
pemanis alami yang bernama Gula Pasir akan membandingkan dirinya dengan temannya yang bernama Sirup.
Masalahnya sederhana,
Gula Pasir mengetahui kalo selama ini dirinya tidak dihargai.
Manusia memanfaatkannya,
tapi melupakan begitu saja.
Gula Pasir sudah mengorbankan diri untuk memaniskan air teh,
tapi manusia tidak menyebut dirinya.
Manusia hanya menyebut Teh Manis (bukan teh gula).
Demikian pula ketika Gula dicampur dengan air kopi,
tak ada yg menyebut Kopi gula pasir,
tapi Kopi Manis.
Gula Pasir hanya disebut ketika manusia membutuhkannya,
setelah itu tak ada lagi penghargaan untuknya.

Berbeda dengan Sirup,
dari segi Eksistensinya.
Sirup tidak hilang ketika di campur dgn air + es.
Manusia akan menyebut Es Sirup (bukan Es manis),
bahkan sebutannya sering di ikuti dgn jati diri yg lebih lengkap, seperti :
'Es Sirup Lemon', 'Es Sirup Mangga', dll.
Sadar atau tidak,
seringkali ada keinginan manusia untuk diakui, dihargai, bahkan di sebut namanya sebagai yg paling berjasa.
Dalam keseharian, kerap kali kita menemukan orang tertentu seperti Gula.
Banyak orang yg berjasa bagi yg lain, tapi tidak terlihat, tidak mendapatkan apresiasi yg layak, malahan lebih ekstrem, hanya di anggap sebagai pelengkap,bahkan dicibir & kadang-kadang diremehkan.
Tapi tidak mengapa Gula Pasir akan tetap bagaikan Mutiara yang memancarkan Cahaya Kemanisan (ketulusan hati) ke seluruh penjuru, guna Membahagiakan orang banyak.

TERUSLAH BERBUAT KEBAJIKAN DENGAN TULUS. (SEPERTI GULA PASIR),
HASIL KEBAJIKAN AKAN SEMAKIN BERKUALITAS KETIKA TETAP TERSEMBUNYI.

”Biarlah berakhir kejahatan orang fasik,
tetapi teguhkanlah orang yang benar,
Engkau, yang menguji hati dan batin orang,
ya Allah yang adil.
Perisai bagiku adalah Allah,
yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati.”
(Mazmur 7:10-11)
Gbu

Wednesday, 29 July 2015

Penjelasan Kitab Mazmur


Kitab ini merupakan kitab nyanyian pujian Alkitab.
Kata mazmur berasal dari kata Yunani yang berarti "syair yang dinyanyikan dengan iringan musik".
Banyak mazmur dinyanyikan di dalam bait suci Yahudi, dan jemaat Perjanjian Baru juga menggunakan mazmur di dalam ibadah (1 Korintus 14:26; Efesus 5:19; Kolose 3:16). Beberapa himne dan lagu gereja masa kini didasarkan atas syair-syair yang diilhamkan Tuhan ini.

Mazmur menyatakan pujian manusia kepada Tuhan atas pribadi-Nya dan hal-hal yang dilakukan-Nya. Mazmur juga menyatakan kebutuhan manusia akan Tuhan pada masa-masa sulit, serta keyakinannya akan pertolongan Tuhan. Anda akan menemukan emosi manusia yang lengkap di dalam mazmur, dari sukacita yang luar biasa sampai rasa putus asa dan penyesalan. Anda juga akan menemukan penyataan Tuhan yang membawa penghiburan dan memberi semangat saat Anda memercayakan diri kepada-Nya.

Semua itu menjelaskan mengapa kitab Mazmur sangat dicintai oleh umat Tuhan. Masing-masing dari kita dapat mengidentifikasi diri dengan para pemazmur ketika mereka menemukan kasih karunia Tuhan itu cukup dalam pengalaman-pengalaman hidup mereka. Apa pun situasi atau perasaan Anda, selalu ada mazmur yang tepat untuk Anda.

Kitab ini dibagi dalam lima bagian, masing-masing diakhiri dengan doksologi (=pujian atas kebesaran Tuhan)
(a) Mazmur 1-41
(b) Mazmur 42-72
(c) Mazmur 73-89
(d) Mazmur 90-106
(e) Mazmur 107-150.

Mazmur untuk Dibaca :

  • Ketika Anda tidak bisa tidur Mazmur 3-4
  • Ketika Anda telah berdosa Mazmur 32; 51
  • Ketika Anda sakit Mazmur 31
  • Ketika Anda membutuhkan pimpinan Tuhan Mazmur 25
  • Ketika Anda berangkat  / bepergian Mazmur 121
  • Ketika orang-orang membuat masalah Mazmur 37
  • Ketika Anda sedih Mazmur 42-43
  • Ketika orang jahat tampaknya berhasil (muncul iri kepada orang fasik) Mazmur 73
  • Ketika Anda takut Mazmur 27; 91
  • Ketika Anda " merasa tua " Mazmur 102
  • Ketika Anda khawatir akan masa depan Mazmur 34
  • Ketika Anda berpikir tentang kematian Mazmur 116
  • Ketika Anda berada dalam keadaan genting atau berbahaya Mazmur 124; 130
  • Ketika masalah-masalah seolah-olah lebih besar daripada Tuhan Mazmur 139
  • Ketika Anda hanya ingin memuji Tuhan Mazmur 103