Sunday, 21 December 2014

FROZEN HEART (HATI YANG BEKU)



Perayaan Natal SM Imanuel GPMII Balikpapan
22 Desember 2014

Tujuan
-          Anak-anak menyadari bahwa kasih Kristus perlu dibagikan juga kepada sesama
-          Anak-anak memiliki hati yang peka untuk melihat mereka yang membutuhkan kasih
-          Anak-anak termotivasi untuk membagikan kasih Kristus pada sesama

SCENE 1: Christmas Night (4 pemain)
-          1 laoshi masuk menjelaskan tentang tema baru mulai drama, doa pembuka (lampu di matikan sisakan lampu panggung)
-          Papa, mama dan 2 Anak sedang mempersiapkan perayaan natal di rumah
-          Sang papa mengajarkan pentingnya pesan natal disampaikan kepada semua orang
-          Pesan natal kepada semua orang dapat disampaikan dengan cara, berbagi kasih kado natal dan memberitakan kasih Kristus kepada sesama
-          Anak yang satu mau mendengarkan, anak yang kedua tidak, dan sibuk main, lalu mainannya jadi pengantar ke scene 2

SCENE 2: Oh Come Immanuel:Yesaya (Yesaya 7:14) (2 pemain + koor)
-          Raja Ahas yang sedang kuatir tentang kerajaan dan dirinya sendiri
-          Nabi Yesaya masuk membawa pesan dari Tuhan (Yes. 7:14)
-          Lagu “Gita Sorga Bergema”
-          MC: Ahas, mengajak anak-anak bernyanyi
-          Anak kedua kaget dan menarik kesimpulan dari hal itu tapi terjadi lagi hal lain

SCENE 3: Go to Betlehem: Magus (Mat. 2:5-6) (6 pemain + pengiring)
-          Bintang bersinar terang
-          Masuk 3 orang majus bertanya-tanya dimana akan lahir sang Raja lalu keluar
-          Herodes masuk diikuti dua ahli Taurat yang memberitahu tempatnya
-          Herodes memanggil orang majus itu dan memberitahukan tempatnya
-          Orang Majus senang dan segera menuju kota Betlehem
-          Lagu“Hai Mari Berhimpun”
-          MC: Salah satu orang majus, mengajak anak-anak bernyanyi
-          Anak kedua kaget dan menarik kesimpulan tapi terjadi lagi

SCENE 4: Go to Mary: Angel The Messenger (Mat. 1:20-21) (3 pemain + duet)
-          Yusuf sedang bingung tentang kondisi Maria, Malaikat datang dan membawa pesan
-          Malaikat lalu pindah ke Maria dan menyampaikan pesan yang sama
-          Yusuf dan Maria bersukacita menerima kabar dari malaikat
-          MC: Yusuf dan Maria memimpin anak-anak bernyanyi bersamaPaduan suara mengiringi lagu “Lord I give you My Heart”
-          Anak kedua berusaha kabur tapi tidak bisa menghindar

SCENE 5: Firman Tuhan: Jesus Was Born (Luk. 2:1-7)
-          Pengkhotbah muncul di mimbar, lampu semua menyala

SCENE 6: Sheperd The Messenger (Luk. 2:8-10) (3 pemain + 1 anak + koor domba)
-          Anak kedua muncul dan bertemu dengan para gembala
-          Malaikat menemui para gembala lalu memberitakan pesan, termasuk anak kedua
-          Domba-domba (anak-anak SM) bernyanyi didukung oleh paduan suara lagu”Malam Kudus”
-          Prosesi lilin natal, Tarian Malam Kudus
-          MC: Gembala memimpin jemaat bernyanyi lagu “Telah Lahir di Betlehem” Lalu persembahan dijalankan
-          Anak kedua tersadar lalu kembali ke rumah (Matikan semua lampu lagi)

SCENE 7: Family Final (pemain 4 orang)
-          Anak kedua senang berkumpul kembali bersama keluarga
-          Dia bersemangat mengajak keluarganya untuk membawa berita natal kepada semua orang
-          Keluarga bersama-sama seluruh pemain mengajak jemaat menyanyikan lagu penutup, Doa berkat o/ Cw. Yudi



SCENE 1 (Christmas Night)

Pemeran:
Ayah                : Cw. Yudi
Ibu                   : Cw. Indri
Joan (Kakak)   : Maria (PraRem)
Sam (Adik)      : Leo (Pratama)
Lagu                : We wish you Merry Christmas

Peralatan:
Kursi
Pohon Natal + hiasan + lagu natal
Kado-kado natal (1 buah ada isi Ipad)
à total 4 kado besar (3 kosong, 1 ipad)
    2 dus dibungkus kado (kosong)
Hiasan bintang untuk pohon natal + Tangga kecil

Adegan:
Lampu menyala semua
MC masuk       : Selamat malam adik-adik semuanya, ..................(ajak nyanyi lagu2 Natal 15 menit sebelum mulai) Doa pembuka
Lampu menyala (hanya daerah panggung)
Dekorasi: pohon natal, hadiah natal (banyak)
Mama sedang mengatur kado natal atau menghias pohon natal (diiringi lagu “We wish u merry christmas”)
Masuk Joan(kakak)
Joan                 : Wuaah, keren, sini ma biar Joan bantu (joan membantu mama)
Mama              : iya, ayo sama-sama
Joan                 : selamat natal ya ma (memeluk mama)
Mama              : selamat natal kakak
Masuk Sam....
Sam                 : Hadiah natalku mana ma?
Mama              : Sabar ya, tunggu papa pulang
Joan                 : iya nih, adik, sabar, mending sekarang bantuin kita hias pohon natal
Sam                 : gak ah, kalian aja, kalau sudah ada hadiahnya baru aku mau
Papa mengetuk pintu, adik berlari ke depan
Papa                 : Papa pulang
Sam                 : Pa, mana hadiahku?
Papa                 : Ini, selamat natal ya?
Sam berlari lebih dulu ke dalam membawa kadonya
Papa                 : selamat natal semua, selamat natal Kakak, selamat natal ma
Mama+Joan     : selamat natal pa, trima kasih kadonya
Ada kado lain yang papa bawa
Sam                 : pa, kado yang itu buat siapa pa?
Papa                 : oh, ini, ini buat tetangga sebelah kita, kasihan mereka, sejak ayahnya meninggal
Sam                 : kalau yang ini?
Papa                 : oh, yang ini untuk anak-anak di panti asuhan, besok papa dan mama akan membaginya
Sam                 : kenapa sih pa kita harus membelikan mereka juga?
Joan                 : Kita juga harus berbagi  kasih dengan sesama
Mama              : Benar, tapi tidak hanya barang, kita juga dapat menceritakan tentang Tuhan Yesus pada sesama
Sam                 : (sambil membuka hadiah) ah, ngapain repot, kan mereka bisa beli sendiri
                           Wuaaah, hadiahku  ipad, kereeen, makasih ya pa
Papa                 : gunakan dengan bijaksana ya, jangan buat main saja
Sam                 : ok, pa (langsung asik main)
Papa                 : papa bawa bintang  nih
Joan                 : saya yang pasang pa
Papa                 : sampe gak?
Joan                 : sampe lah, tuh kan, pas gak pa, ma? (naik tangga kecil)
Mama              : ke kiri sdikit
Papa                 : ya pas
Papa                 : yuk kita ke sebelah mengantar kado ini
Mama+Joan     : ayo
Sam                 : gak ah, aku males, mau di rumah aja (asik main)
Papa                 : ya udah
Papa, mama, Joan keluar ke pintu samping meninggalkan Sam yang lagi asik main ipad
Sam                 : wah, ada game apa nih, judulnya “Frozen Heart” coba pencet ah
Ada petir, efek cahaya, lalu gelap dan hanya lampu layar ipad asli yang kelihatan
Sam                 : OMG, apa yang terjadi, di mana aku? (masuk scene 2, penataan dekorasi)


SCENE 2 (Oh Come Immanuel, Yesaya The Messenger) Yesaya 7:14


Pemeran:
Raja Ahas        : Handry (Pemuda)
Yesaya             : Lz. Stevanus
Sam (adik)       : Leo
Prajurit 1          : Xing2
Lagu                : Gita Sorga Bergema

Peralatan:
Kursi Kerajaan
Kostum Raja dan Nabi
Kostum Prajurit





Adegan:
Dekorasi: Kursi Kerajaan (ditata saat lampu dimatikan)
Lampu panggung dinyalakan, musik background kerajaan terdengar,
Narator                        : Teman-teman, Sam terlempar ke 2800 tahun yang lalu. Ia berada di Istana Raja Ahas.
Sam menyingkir bersembunyi di belakang kursi Raja.

Raja Ahas masuk bersama prajurit, dan terlihat sangat kebingungan dan ketakutan
Raja                 : Oh Tuhan, apa yang harus kulakukan?
                          Banyak musuh mengepung aku, padahal masalah di negeriku saja masih banyak
Prajurit 1          : Lapor tuan
Raja                 : ya ada apa?
Prajurit 1          : ada yang ingin bertemu tuan
Raja                 : ya suruh masuk saja
Prajurit 1          : baik tuan
Yesaya masuk dan bertemu dengan sang Raja
Yesaya             : salam wahai raja Ahas
Raja                 : salam wahai nabi Yesaya, hamba Allah
Yesaya             : Janganlah engkau takut dan gelisah, aku membawa kabar baik untukmu dan seluruh kerajaan
Raja                 : Kabar apakah itu nabi Yesaya?
Yesaya             : “Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut”
                          “Inilah tanda dari Tuhan: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung
                              dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”

Paduan suara menyanyikan lagu “GITA SORGA BERGEMA”

kemudian Raja Ahas berdiri bersama Nabi Yesaya dan Prajurit mengajak jemaat bernyanyi bersama

Raja Ahas        : Mari semua rakyatku kita berdiri dan mengumandangkan GITA SORGA BERGEMA
 (jemaat anak diajak berdiri-dan dipersilahkan duduk)


Yesaya& Raja masuk ke pintu samping,
lalu Sam yang sedari tadi bersembunyi maju ke tengah, duduk di kursi Raja
Sam                 : Siapa Imanuel itu? Ah, apa peduliku, mending aku cari jalan keluar dari sini
                          Mungkin tombol ini
(Lampu panggung mati) Ada petir, efek cahaya, lalu gelap dan hanya lampu layar ipad asli yang kelihatan
Sam                 : Not again... (masuk scene 3, penataan dekorasi)











SCENE 3 (Go to Betlehem: Magus The Messenger) Mat. 2:5-6

Pemeran:
Majus 1             : Timothy (PraREm)
Majus 2             : Lz. Wahyu
Majus 3             : Abe (Pratama)
Herodes           : Axel (PraRem)
Ahli Taurat 1   : Steven (Madya)
Ahli Taurat 2   : Andre (Praremaja)
Sam                 : Leo (Pratama)
PRajurit 2         : Irwin
Lagu                : (Backsound)Instrument Timur   Tengah, Hai mari berhimpun

Peralatan:
Unta dari sterofom 1 buah
Jubah Majus 3 orang
Pakaian Herodes + Mahkota
Jubah Ahli Taurat 2 orang
Bintang bergliter dari sterofoam dan bambu

Adegan:
Tongkat berbintang di angkat dari kanan panggung, orang majus, unta, dan Sam masuk slow motion dari kiri (Instrument timur Tengah)
Majus 1                        : Ayo, kita sudah dekat
Majus 2                        : Ya, cahaya itu semakin jelas dan terang
Majus 3                        : Coba kita tanya pada orang-orang di kota Yerusalem  itu.
Ketiga orang majus berjalan menuju Yerusalem (Sam ikut dari belakang), lalu lampu dimatikan kembali (termasuk bintang), tata dekorasi untuk babak berikut di kerajaan
Dekorasi Kerajaan (seperti scene 2), lalu lampu menyala dan Herodes masuk di dampingi prajurit 2
Herodes           : Ah, masa sih benar (berjalan kebingungan dan tak percaya)
                          Apakah hari ini nubuatan yang sudah ratusan tahun itu digenapi?  Tapi kenapa harus saat aku
berkuasa? Ini akan mengancam kekuasaanku?  Dalam satu gunung tidak boleh ada dua macan, dalam satu negara tidak boleh ada dua raja. Hmm... coba aku tanyakan pada ahlinya.  Prajurit, panggil ahli Taurat kemari!
Prajurit 2          : Siap Raja !
Dua ahli Taurat masuk menemui Herodes (dari arah kanan penonton)
Ahli Taurat 1   : Ya raja, kami sudah tahu apa yang raja akan tanyakan
Ahli Taurat 2   : Memang benar Raja, menurut nubuatan akan lahir seorang Mesias yang akan memimpin bangsa
  Yahudi
Herodes           : Dimana tempatnya?!
Kedua ahli Taurat saling berpandangan,
Herodes           : Ya, maksudku, supaya aku bisa memberi selamat dan datang menyembah juga (cari alasan)
Ahli Taurat 1   : “Di Betlehem di tanah Yudea”
Ahli Taurat 2   : “Seperti tertulis: Dan Engkau Betlehem, tanah Yehuda,
  engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda,   karena dari
  padamulah akan bangkit seorang pemimpin,   yang akan menggembalakan umatKu Israel.”
Herodes           : Baiklah, sekarang panggil orang-orang Majus itu
Ahli Taurat keluar ke kiri panggung dan orang Majus masuk (Sam ikut masuk sambil bersembunyi dekat unta)
Majus 1                        : Ya, raja, adakah sesuatu yang membuat kami dipanggil kemari?
Herodes           : Hahaha, tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menolong kalian
                          Bukankah kalian mencari raja yang baru lahir itu?
Majus 2                        : Ya, benar, apakah raja tahu di mana anak itu?
Herodes           : Tentu, aku tahu (sombong)
Majus 3                        : Dapatkah raja memberitahukan kepada kami, supaya kami bisa menyembah Dia?
Herodes           : Oh, tentu, tapi ada syaratnya, Nanti kalau sudah ketemu dan kalian sudah selesai menyembah Dia,
                          Kalian harus kembali lagi kemari dan memberitahukan kepadaku “Dimana lokasi persisnya”
Orang Majus saling berpandangan
Herodes           : Oh, jangan kuatir, aku hanya ingin seperti kalian, menyembah Dia juga
Majus 1                        : Baiklah kalau begitu, sekarang katakanlah di mana ia lahir
Herodes           : Sesuai kitab nabi Mikha, ia akan lahir di tanah Betlehem
Majus 1                        : Baiklah, mari kita menuju Betlehem. Terima kasih Raja
Para Majus berdiri menghadap jemaat, memimpin jemaat menyanyi “Hai Mari Berhimpun” sambil berjalan keluar didukung paduan suara jemaat diajak berdir. Herodes masih di kursi Raja.
Herodes           : Hati-hati di jalan (tertawa sembunyi lalu pergi, tidak lama Sam  muncul) org majus balas melambai
Sam                 : Dasar licik, padahal dia tahu berita itu, bukannya sungguh-sungguh menyembah, malah berniat jahat
                          Ah, tapi biarkan saja, mending aku cari jalan keluar dari sini, kali ini tidak boleh salah pencet lagi
Ada petir, efek cahaya, lalu gelap dan hanya layar ipad asli yang kelihatan
Sam                 : Oh noooo... (masuk scene 4, penataan dekorasi)

SCENE 4 (Go to Mary: Angel The Messenger) Mat. 1:20-21


Pemeran:
Yusuf              : Yesaya (PraRem)
Maria               : Diva (Madya)
Malaikat           : Jessica Aps (PraRem)
Lagu                : Lord I Give You My Heart
                       

Peralatan:
Jubah Yusuf
Jubah Maria + kerudung
Jubah malaikat+sayap
Bantal (Yusuf)
Sapu ( Maria


Adegan:
Tanpa dekorasi, pemeran Yusuf (kiri), Maria (Kanan), Malaikat (Tengah) sudah masuk saat lampu dimatikan, (lampu panggung nyala) ketiganya tertunduk.
Yusuf duduk peluk guling di lantai sambil melamun, senyum2. Malaikat mengarah ke Maria
Maria              : (Maria menyapu) Yusuf, yusuf….tunanganku, sedang apa ya kamu sekarang??
                            (bicara sendiri, sambil senyum2)
Malaikat           : Maria, Jangan takut sebab Engkau beroleh kasih karunia  di hadapan Allah.
  Engkau akan mengandung dan melahirkan anak yang laki-laki dan
  hendaklah engkau menamai Dia, Yesus. (Maria kaget, melepas sapunya, dan bersujud)
Maria               : Bagaimana itu mungkin terjadi? Aku belum bersuami?
Malaikat           : Roh kudus akan turun atasmu dan menaungi engkau, maka anak yang akan kau lahirkan itu akan
  disebut kudus, Anak Allah
Maria               : Jadilah padaku seturut kehendakMu
Maria tetap terduduk dan  tertunduk diam. Malaikat mengarah ke Yusuf
Yusuf  (duduk)            : Ah, apa yang harus kulakukan (mukanya berubah jadi bingung)
                          Aku mendengar kalau Maria mengandung
                            Aku tidak mungkin menceraikannya
                          Tapi apa kata orang-orang nanti kalau aku tidak menceraikannya
                          Tapi kalau aku meninggalkannya, pasti orang-orang juga akan  memandang Dia rendah
                          Ceraikan atau  tidak?
                          Atau ceraikan saja tapi diam-diam
                          Bagaimana caranya cerai diam-diam, dasar bodoh
                          Ah, bingung.... (lalu Yusuf berbaring di lantai)
Malaikat (berdiri):Yusuf...
Yusuf bangun dalam mimpinya lalu berlutut
Yusuf              : Ya, berbicaralah
Malaikat           : Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu,
                          Sebab anak yang dikandungannya adalah dari Roh Kudus
                          Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus,
  karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka
Malaikat pergi, Yusuf dan Maria berdiri ditempat masing2berduet ditempat menyanyi ”Lord, I Give You my Heart”
Reff 2 baris pertama Yusuf yang nyanyi, baris berikutnya Maria, lalu diulang bersama 1x lagi sambil lihat2an

Maria dan Yusuf keluar lewat pintu samping, Sam keluar dari persembunyian, sambil berlutut.
Sam                 : Oh so sweet…., rupanya yang dimaksudkannya adalah Yesus,
                          Tuhan Yesus yang sering diceritakan oleh Laoshi Sekolah Minggu dan papa mama
                          Apakah aku juga harus mengabarkan berita ini?
                          Ah, masa bodoh, yang penting aku cari jalan keluar dulu, pasti tombol ini
Ada petir, efek cahaya, lalu gelap dan hanya layar ipad asli yang kelihatan
Sam                 : Hufff... lagi lagi(mulai putus asa)
 kali ini Sam menyingkir duduk ke arah penonton, duduk dikursi jemaat.

SCENE 5 (Firman Tuhan: Kelahiran Yesus) Luk. 2:1-7
Mimbar diangkat ke tengah lalu lampu dinyalakan dan Pembicara masuk   
Pembicara        : Ev. Liem Kok Hua
Tema               : Britakanlah KelahiranNya
Waktu              : 30 menit


SCENE 6 (Go and Tell, Sheperd The Messenger) Luk. 2:8-10


Pemeran:
Gembala 1       : Ridwan (Pemuda)
Gembala 2       : Ricardo(Pemuda)
Gembala 3       : Lz. Sugeng
Malaikat           : Jessica Aps (PRA REM)
Sam                 : Leo
Lagu                : (Instrument “Padang Rumput Yang Sunyi”), Malam Kudus, suara domba
Domba-domba : Lz. Fang2, Malvin, Marvel, Christabella, Angel (Balita), Alicia, Moureen, Angel (Batita), Okta, Hoven, Cia-cia

Peralatan:
Pakaian Gembala 3 orang
Pakaian Malaikat
Pakaian Domba + topi 10 anak + 1 laoshi
Dekorasi : Palungan & boneka di tengah panggung


Adegan:
Setelah Khotbah, lampu dimatikan, tata dekorasi, Sam muncul (Instrument “Padang Rumput Yang Sunyi”)
Sam                 : Di mana lagi ini?? Uh, seperti bau kambing (suara domba)
Sam melihat tiga orang gembala menuju ke arahnya bersama rombongan domba (anak SM), lalu Sam sembunyi
Gembala 1       : Ayo domba berbaris di sana
Anak-anak SM (berpakaian domba) duduk di tangga
Gembala 2       : Hari sudah malam, ngantuk juga
Gembala 3       : Makanya jangan suka begadang, nonton bola sih kemaren
Gembala 2       : Bola?? Belum ada TV kalee
Gembala 1       : Hoii, domba-domba gak bisa istirahat tuh
Gembala 2       : Ini nih, dia yang mulai
Gembala 3       : Enak aja, yang ngantuk siapa juga
Gembala 1       : Sudah, ayo sekarang kita istirahat sambil menjaga domba-domba kita
Ketiga gembala beristirahat (tapi tidak tidur), lalu tiba-tiba malaikat menghampiri, cahaya terang, gembala silau
Malaikat           : Jangan takut, sbab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa
                          Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud
                          Dan inilah tandanya bagimu:
                          Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan
Paduan suara mulai menyanyi “Malam Kudus”, Penari  Malam Kudus masuk ke panggung dengan latar cahaya lampu lainnya mati
Prosesi penyalaan lilin dijalankan, Ev. Wahyudi & semua guru wanita, membagikan cahaya lilin, diakhiri dengan doa ............... oleh Ev. Lim Kok Hua
Setelah selesai, penari masuk, lampu panggung menyala, Sam muncul
Sam                 : wah, sungguh indah natal itu
                          Semua orang seharusnya tahu, betapa Tuhan sayang pada manusia
                          Ia bahkan rela turun ke dalam dunia, lahir di kandang yang hina
                          Padahal dialah pencipta alam semesta ini
                          Seharusnya semua orang tahu, supaya mereka bisa merasakan juga kasih Tuhan ini
Gembala datang
Gembala 3       : Hai, nak, tahukah kamu, bahwa seorang Juruselamat telah lahir untuk kita
                          Aku dan teman-temanku sudah melihatnya tadi !
Sam                 : Oh, ya, pasti senang sekali !
Gembala 3       : Sekarang kami mau memberitakan kepada orang lain tentang hal ini, kamu mau ikut?
Sam                 : Ya, aku mau
Gembala 2       : Mari teman2 semua, kita berdiri dan memberikan persembahan yang terbaik untuk Tuhan
Gembala – Gembala + Sam memimpin jemaat bernyanyi lagu“Telah Lahir di Betlehem” (lampu nyala) sambil persembahan dijalankan
Setelah persembahan, doa oleh Lz. Roslen, lalu domba2 dan gembala masuk, dan tinggal Sam seorang diri di panggung
Sam                 : Tuhan, kini aku sadar pentingnya berita ini
                          Bahwa Engkau telah lahir ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia termasuk aku
                          Aku ingin memberitakan ini pada orang lain, tapi bagaimana cara aku pulang, tolong Tuhan
                          Ini tombol terakhir (berharap penuh)
Ada petir, efek cahaya, lalu gelap dan hanya layar ipad yang kelihatan




SCENE 7 (Ending, Family Final)


Pemeran:
Ayah                : Cw. Yudi
Ibu                   : Cw. Indri
Kakak (Joan)   : Maria
Adik (Sam)      : Leo
Lagu                : Feliz navidad


Peralatan:
Pohon Natal + hiasan + intro Feliz Navidad



Adegan:
Lampu menyala (daerah panggung)
Dekorasi: pohon natal, hadiah natal (banyak)
Sam sudah berada di rumah (berdiri dekat pohon natal) dan kondisi rumah kosong karena sedang pergi ke tetangga (scene 1)
Sam                 : Oh, aku sudah kembali, terima kasih Tuhan
Orang tua dan kakak Sam masuk, Sam berlari ke mereka
Sam                 : uuuaaaaa Papa mama kakak, aku senang sekali melihat kalian !!
Mama              : Kami juga senang
                          Tapi ada apa, baru juga ditinggal sejam, kayak sudah ditinggal berhari-hari
Joan                 : Iya nih Sam (bingung)
Papa                 : Ada apa Sam?
Sam                 : Papa, boleh Sam ikut mengantar kado natal pada orang-orang?
Papa                 : Boleh, tapi bukannya tadi kamu bilang gak mau?
Joan                 : Iya, bukannya mau main dan nonton?
Sam                 : Tidak, natal ini aku mau  memberitakan berita natal juga
                          Kristus yang telah lahir ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia
                          Aku ingin semua orang tahu berita ini !!
Papa                 : Ya sudah, ayo siap-siap, kita segera berangkat
                          Tapi sebelum itu ayo kita bernyanyi dulu, “Feliz Navidad”

Keluarga mengajak jemaat bernyanyi, lalu seluruh pemain keluar, lagu penutup dan doa tutup oleh Cw. Yudi.




No comments:

Post a Comment