Perayaan Natal SM Imanuel GPMII
Balikpapan
22 Desember 2014
Tujuan
-
Anak-anak menyadari bahwa kasih Kristus
perlu dibagikan juga kepada sesama
-
Anak-anak memiliki hati yang peka untuk
melihat mereka yang membutuhkan kasih
-
Anak-anak termotivasi untuk membagikan
kasih Kristus pada sesama
SCENE 1: Christmas Night (4
pemain)
-
1 laoshi masuk menjelaskan tentang tema
baru mulai drama, doa pembuka (lampu di matikan sisakan lampu panggung)
-
Papa, mama dan 2 Anak sedang
mempersiapkan perayaan natal di rumah
-
Sang papa mengajarkan pentingnya pesan
natal disampaikan kepada semua orang
-
Pesan natal kepada semua orang dapat
disampaikan dengan cara, berbagi kasih kado natal dan memberitakan kasih
Kristus kepada sesama
-
Anak yang satu mau mendengarkan, anak
yang kedua tidak, dan sibuk main, lalu mainannya jadi pengantar ke scene 2
SCENE 2: Oh Come Immanuel:Yesaya
(Yesaya 7:14) (2 pemain + koor)
-
Raja Ahas yang sedang kuatir tentang
kerajaan dan dirinya sendiri
-
Nabi Yesaya masuk membawa pesan dari
Tuhan (Yes. 7:14)
-
Lagu “Gita Sorga Bergema”
-
MC: Ahas, mengajak anak-anak bernyanyi
-
Anak kedua kaget dan menarik kesimpulan
dari hal itu tapi terjadi lagi hal lain
SCENE 3: Go to Betlehem: Magus
(Mat. 2:5-6) (6 pemain + pengiring)
-
Bintang bersinar terang
-
Masuk 3 orang majus bertanya-tanya dimana
akan lahir sang Raja lalu keluar
-
Herodes masuk diikuti dua ahli Taurat
yang memberitahu tempatnya
-
Herodes memanggil orang majus itu dan
memberitahukan tempatnya
-
Orang Majus senang dan segera menuju
kota Betlehem
-
Lagu“Hai Mari Berhimpun”
-
MC: Salah satu orang majus, mengajak anak-anak
bernyanyi
-
Anak kedua kaget dan menarik kesimpulan
tapi terjadi lagi
SCENE 4: Go to Mary: Angel The
Messenger (Mat. 1:20-21) (3 pemain + duet)
-
Yusuf sedang bingung tentang kondisi
Maria, Malaikat datang dan membawa pesan
-
Malaikat lalu pindah ke Maria dan
menyampaikan pesan yang sama
-
Yusuf dan Maria bersukacita menerima
kabar dari malaikat
-
MC: Yusuf dan Maria memimpin anak-anak
bernyanyi bersamaPaduan suara mengiringi lagu “Lord I give you My Heart”
-
Anak kedua berusaha kabur tapi tidak
bisa menghindar
SCENE 5: Firman Tuhan: Jesus Was
Born (Luk. 2:1-7)
-
Pengkhotbah muncul di mimbar, lampu
semua menyala
SCENE 6: Sheperd The Messenger
(Luk. 2:8-10) (3 pemain + 1 anak + koor domba)
-
Anak kedua muncul dan bertemu dengan
para gembala
-
Malaikat menemui para gembala lalu
memberitakan pesan, termasuk anak kedua
-
Domba-domba (anak-anak SM) bernyanyi
didukung oleh paduan suara lagu”Malam Kudus”
-
Prosesi lilin natal, Tarian Malam Kudus
-
MC: Gembala memimpin jemaat bernyanyi
lagu “Telah Lahir di Betlehem” Lalu persembahan dijalankan
-
Anak kedua tersadar lalu kembali ke
rumah (Matikan semua lampu lagi)
SCENE 7: Family Final (pemain 4
orang)
-
Anak kedua senang berkumpul kembali
bersama keluarga
-
Dia bersemangat mengajak keluarganya
untuk membawa berita natal kepada semua orang
-
Keluarga bersama-sama seluruh pemain mengajak
jemaat menyanyikan lagu penutup, Doa berkat o/ Cw. Yudi
SCENE 1 (Christmas Night)
Pemeran:
Ayah : Cw. Yudi
Ibu : Cw. Indri
Joan (Kakak) : Maria (PraRem)
Sam (Adik) : Leo (Pratama)
Lagu : We wish you Merry Christmas
Peralatan:
Kursi
Pohon Natal + hiasan + lagu natal
Kado-kado natal (1 buah ada isi
Ipad)
à total 4
kado besar (3 kosong, 1 ipad)
2 dus dibungkus kado (kosong)
Hiasan bintang untuk pohon natal
+ Tangga kecil
Adegan:
Lampu menyala semua
MC masuk : Selamat malam adik-adik semuanya, ..................(ajak nyanyi lagu2 Natal 15 menit
sebelum mulai) Doa pembuka
Lampu menyala (hanya daerah panggung)
Dekorasi: pohon natal, hadiah natal (banyak)
Mama sedang mengatur kado natal atau menghias pohon natal (diiringi lagu
“We wish u merry christmas”)
Masuk Joan(kakak)
Joan : Wuaah, keren, sini ma biar Joan bantu (joan
membantu mama)
Mama : iya, ayo sama-sama
Joan : selamat natal ya ma (memeluk mama)
Mama : selamat natal kakak
Masuk Sam....
Sam : Hadiah natalku mana ma?
Mama : Sabar ya, tunggu papa pulang
Joan : iya nih, adik, sabar, mending sekarang bantuin
kita hias pohon natal
Sam : gak ah, kalian aja, kalau sudah ada hadiahnya baru
aku mau
Papa mengetuk pintu, adik berlari ke depan
Papa : Papa pulang
Sam : Pa, mana hadiahku?
Papa : Ini, selamat natal ya?
Sam berlari lebih dulu ke dalam membawa kadonya
Papa : selamat natal semua, selamat natal Kakak, selamat
natal ma
Mama+Joan : selamat natal pa, trima kasih kadonya
Ada kado lain yang papa bawa
Sam : pa, kado yang itu buat siapa pa?
Papa : oh, ini, ini buat tetangga sebelah kita, kasihan
mereka, sejak ayahnya meninggal
Sam : kalau yang ini?
Papa : oh, yang ini untuk anak-anak di panti asuhan,
besok papa dan mama akan membaginya
Sam : kenapa sih pa kita harus membelikan mereka juga?
Joan : Kita juga harus berbagi kasih dengan sesama
Mama : Benar, tapi tidak hanya barang, kita juga dapat
menceritakan tentang Tuhan Yesus pada sesama
Sam : (sambil
membuka hadiah) ah, ngapain repot, kan mereka bisa beli sendiri
Wuaaah, hadiahku ipad, kereeen, makasih ya pa
Papa : gunakan dengan bijaksana ya, jangan buat main saja
Sam : ok, pa (langsung
asik main)
Papa : papa bawa bintang nih
Joan : saya yang
pasang pa
Papa : sampe gak?
Joan : sampe lah, tuh kan, pas gak pa, ma? (naik tangga
kecil)
Mama : ke kiri sdikit
Papa : ya pas
Papa : yuk kita ke sebelah mengantar kado ini
Mama+Joan : ayo
Sam : gak ah, aku males, mau di rumah aja (asik main)
Papa : ya udah
Papa, mama, Joan keluar ke pintu samping meninggalkan Sam yang lagi asik
main ipad
Sam : wah, ada game apa nih, judulnya “Frozen Heart”
coba pencet ah
Ada petir, efek cahaya, lalu gelap dan hanya lampu layar ipad asli yang
kelihatan
Sam : OMG, apa yang terjadi, di mana aku? (masuk scene
2, penataan dekorasi)
SCENE 2 (Oh Come Immanuel, Yesaya The Messenger) Yesaya 7:14
Pemeran:
Raja Ahas : Handry (Pemuda)
Yesaya : Lz. Stevanus
Sam (adik) : Leo
Prajurit 1 : Xing2
Lagu : Gita Sorga Bergema
Peralatan:
Kursi Kerajaan
Kostum Raja dan Nabi
Kostum Prajurit
Adegan:
Dekorasi: Kursi Kerajaan (ditata saat lampu dimatikan)
Lampu panggung dinyalakan, musik background kerajaan terdengar,
Narator :
Teman-teman, Sam terlempar ke 2800 tahun yang lalu. Ia berada di Istana Raja
Ahas.
Sam menyingkir bersembunyi di belakang kursi Raja.
Raja Ahas masuk bersama prajurit, dan terlihat sangat kebingungan dan
ketakutan
Raja : Oh Tuhan, apa yang harus kulakukan?
Banyak musuh mengepung aku, padahal masalah
di negeriku saja masih banyak
Prajurit 1 : Lapor tuan
Raja : ya ada apa?
Prajurit 1 : ada yang ingin
bertemu tuan
Raja : ya suruh masuk saja
Prajurit 1 : baik tuan
Yesaya masuk dan bertemu dengan sang Raja
Yesaya : salam wahai raja Ahas
Raja : salam wahai nabi Yesaya, hamba Allah
Yesaya : Janganlah engkau takut dan gelisah, aku membawa kabar
baik untukmu dan seluruh kerajaan
Raja : Kabar apakah itu nabi Yesaya?
Yesaya : “Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah
takut dan janganlah hatimu kecut”
“Inilah tanda dari Tuhan: Sesungguhnya,
seorang perempuan muda mengandung
dan akan
melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”
Paduan suara menyanyikan lagu “GITA SORGA BERGEMA”
kemudian Raja Ahas berdiri bersama Nabi Yesaya dan
Prajurit mengajak jemaat
bernyanyi bersama
Raja Ahas : Mari semua rakyatku kita berdiri dan mengumandangkan GITA
SORGA BERGEMA
(jemaat anak diajak berdiri-dan
dipersilahkan duduk)
Yesaya& Raja masuk ke pintu samping,
lalu Sam yang sedari tadi bersembunyi maju ke tengah, duduk di kursi Raja
Sam : Siapa Imanuel itu? Ah, apa peduliku, mending aku
cari jalan keluar dari sini
Mungkin tombol ini
(Lampu panggung mati) Ada petir, efek cahaya, lalu gelap dan hanya lampu layar
ipad asli yang kelihatan
Sam : Not again... (masuk scene 3, penataan dekorasi)
SCENE 3 (Go to Betlehem: Magus The Messenger) Mat. 2:5-6
Pemeran:
Majus 1 : Timothy (PraREm)
Majus 2 : Lz. Wahyu
Majus 3 : Abe (Pratama)
Herodes : Axel (PraRem)
Ahli Taurat 1 : Steven (Madya)
Ahli Taurat 2 : Andre (Praremaja)
Sam : Leo (Pratama)
PRajurit 2 :
Irwin
Lagu : (Backsound)Instrument Timur
Tengah, Hai mari berhimpun
Peralatan:
Unta dari sterofom 1 buah
Jubah Majus 3 orang
Pakaian Herodes + Mahkota
Jubah Ahli Taurat 2 orang
Bintang bergliter dari sterofoam
dan bambu
Adegan:
Tongkat berbintang di angkat dari kanan panggung, orang majus, unta, dan
Sam masuk slow motion dari kiri (Instrument timur Tengah)
Majus 1 : Ayo, kita sudah dekat
Majus 2 : Ya, cahaya itu semakin jelas dan terang
Majus 3 : Coba kita tanya pada orang-orang di kota
Yerusalem itu.
Ketiga orang majus berjalan menuju Yerusalem (Sam ikut dari belakang),
lalu lampu dimatikan kembali (termasuk bintang), tata dekorasi untuk babak
berikut di kerajaan
Dekorasi Kerajaan (seperti scene 2), lalu lampu menyala dan Herodes masuk
di dampingi prajurit 2
Herodes : Ah, masa sih benar (berjalan kebingungan dan tak
percaya)
Apakah hari ini nubuatan yang sudah ratusan
tahun itu digenapi? Tapi kenapa harus
saat aku
berkuasa? Ini
akan mengancam kekuasaanku? Dalam satu
gunung tidak boleh ada dua macan, dalam satu negara tidak boleh ada dua raja. Hmm...
coba aku tanyakan pada ahlinya. Prajurit,
panggil ahli Taurat kemari!
Prajurit 2 :
Siap Raja !
Dua ahli Taurat masuk menemui Herodes (dari arah kanan penonton)
Ahli Taurat 1 : Ya raja, kami sudah tahu apa yang raja akan
tanyakan
Ahli Taurat 2 : Memang benar Raja, menurut nubuatan akan
lahir seorang Mesias yang akan memimpin bangsa
Yahudi
Herodes : Dimana tempatnya?!
Kedua ahli Taurat saling berpandangan,
Herodes : Ya, maksudku, supaya aku bisa memberi selamat dan datang
menyembah juga (cari alasan)
Ahli Taurat 1 : “Di Betlehem di tanah Yudea”
Ahli Taurat 2 : “Seperti tertulis: Dan Engkau Betlehem,
tanah Yehuda,
engkau sekali-kali bukanlah yang
terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari
padamulah akan bangkit seorang
pemimpin, yang akan menggembalakan
umatKu Israel.”
Herodes : Baiklah, sekarang panggil orang-orang Majus itu
Ahli Taurat keluar ke kiri panggung dan orang Majus masuk (Sam ikut masuk
sambil bersembunyi dekat unta)
Majus 1 : Ya, raja, adakah sesuatu yang membuat kami
dipanggil kemari?
Herodes : Hahaha, tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menolong
kalian
Bukankah kalian mencari raja yang baru lahir
itu?
Majus 2 : Ya, benar, apakah raja tahu di mana anak
itu?
Herodes : Tentu, aku tahu (sombong)
Majus 3 : Dapatkah raja memberitahukan kepada kami,
supaya kami bisa menyembah Dia?
Herodes : Oh, tentu, tapi ada syaratnya, Nanti kalau sudah ketemu
dan kalian sudah selesai menyembah Dia,
Kalian harus kembali lagi kemari dan
memberitahukan kepadaku “Dimana lokasi persisnya”
Orang Majus saling berpandangan
Herodes : Oh, jangan kuatir, aku hanya ingin seperti kalian,
menyembah Dia juga
Majus 1 : Baiklah kalau begitu, sekarang katakanlah
di mana ia lahir
Herodes : Sesuai kitab nabi Mikha, ia akan lahir di tanah Betlehem
Majus 1 : Baiklah, mari kita menuju Betlehem. Terima kasih Raja
Para Majus berdiri menghadap jemaat, memimpin jemaat menyanyi “Hai Mari
Berhimpun” sambil berjalan keluar didukung paduan suara jemaat diajak
berdir. Herodes masih di kursi Raja.
Herodes : Hati-hati di jalan (tertawa sembunyi lalu pergi, tidak
lama Sam muncul) org majus balas
melambai
Sam : Dasar licik, padahal dia tahu berita itu, bukannya
sungguh-sungguh menyembah, malah berniat jahat
Ah, tapi biarkan saja, mending aku cari jalan
keluar dari sini, kali ini tidak boleh salah pencet lagi
Ada petir, efek cahaya, lalu gelap dan hanya layar ipad asli yang
kelihatan
Sam : Oh noooo... (masuk scene 4, penataan dekorasi)
SCENE 4 (Go to Mary: Angel The Messenger) Mat. 1:20-21
Pemeran:
Yusuf : Yesaya (PraRem)
Maria : Diva (Madya)
Malaikat : Jessica Aps (PraRem)
Lagu : Lord I Give You My Heart
Peralatan:
Jubah Yusuf
Jubah Maria + kerudung
Jubah malaikat+sayap
Bantal (Yusuf)
Sapu ( Maria
Adegan:
Tanpa dekorasi, pemeran Yusuf (kiri), Maria (Kanan), Malaikat (Tengah)
sudah masuk saat lampu dimatikan, (lampu panggung nyala) ketiganya tertunduk.
Yusuf duduk peluk
guling di lantai sambil melamun, senyum2. Malaikat mengarah ke Maria
Maria : (Maria menyapu) Yusuf, yusuf….tunanganku, sedang apa
ya kamu sekarang??
(bicara sendiri,
sambil senyum2)
Malaikat : Maria…, Jangan takut
sebab Engkau beroleh kasih karunia di
hadapan Allah.
Engkau akan mengandung dan melahirkan anak
yang laki-laki dan
hendaklah engkau menamai Dia, Yesus. (Maria kaget, melepas sapunya, dan
bersujud)
Maria : Bagaimana itu mungkin terjadi? Aku belum bersuami?
Malaikat : Roh kudus akan turun atasmu dan menaungi engkau, maka
anak yang akan kau lahirkan itu akan
disebut kudus, Anak Allah
Maria : Jadilah padaku seturut kehendakMu
Maria tetap terduduk
dan tertunduk diam. Malaikat mengarah ke
Yusuf
Yusuf (duduk) : Ah, apa
yang harus kulakukan (mukanya berubah jadi bingung)
Aku mendengar kalau Maria mengandung
Aku tidak mungkin menceraikannya
Tapi apa kata orang-orang nanti kalau aku
tidak menceraikannya
Tapi kalau aku meninggalkannya, pasti
orang-orang juga akan memandang Dia
rendah
Ceraikan atau tidak?
Atau ceraikan saja tapi diam-diam
Bagaimana caranya cerai diam-diam, dasar
bodoh
Ah, bingung.... (lalu Yusuf berbaring di lantai)
Malaikat (berdiri):Yusuf...
Yusuf bangun dalam mimpinya lalu berlutut
Yusuf : Ya, berbicaralah
Malaikat : Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria
sebagai isterimu,
Sebab anak yang dikandungannya adalah dari
Roh Kudus
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau
akan menamakan Dia Yesus,
karena Dialah yang akan menyelamatkan
umat-Nya dari dosa mereka
Malaikat pergi, Yusuf dan Maria berdiri ditempat
masing2berduet ditempat
menyanyi ”Lord, I Give You my Heart”
Reff 2 baris pertama
Yusuf yang nyanyi, baris berikutnya Maria, lalu diulang bersama 1x lagi sambil
lihat2an
Maria dan Yusuf keluar lewat pintu samping, Sam keluar dari persembunyian, sambil berlutut.
Sam : Oh so sweet…., rupanya yang dimaksudkannya adalah Yesus,
Tuhan Yesus yang sering diceritakan oleh Laoshi
Sekolah Minggu dan papa mama
Apakah aku juga harus mengabarkan berita ini?
Ah, masa bodoh, yang penting aku cari jalan
keluar dulu, pasti tombol ini
Ada petir, efek cahaya, lalu gelap dan hanya layar ipad asli yang
kelihatan
Sam : Hufff... lagi lagi(mulai putus asa)
kali ini Sam menyingkir duduk ke arah penonton, duduk dikursi jemaat.
SCENE 5 (Firman Tuhan: Kelahiran Yesus)
Luk. 2:1-7
Mimbar diangkat ke tengah lalu lampu
dinyalakan dan Pembicara masuk
Pembicara : Ev. Liem Kok Hua
Tema : Britakanlah KelahiranNya
Waktu : 30 menit
SCENE 6 (Go and Tell, Sheperd The Messenger) Luk. 2:8-10
Pemeran:
Gembala 1 : Ridwan (Pemuda)
Gembala 2 : Ricardo(Pemuda)
Gembala 3 : Lz. Sugeng
Malaikat : Jessica Aps (PRA REM)
Sam : Leo
Lagu : (Instrument “Padang Rumput Yang Sunyi”), Malam
Kudus, suara domba
Domba-domba : Lz. Fang2, Malvin, Marvel, Christabella,
Angel (Balita), Alicia, Moureen, Angel (Batita), Okta, Hoven, Cia-cia
Peralatan:
Pakaian Gembala 3 orang
Pakaian Malaikat
Pakaian Domba + topi 10 anak + 1
laoshi
Dekorasi : Palungan & boneka
di tengah panggung
Adegan:
Setelah Khotbah, lampu dimatikan, tata dekorasi, Sam muncul (Instrument
“Padang Rumput Yang Sunyi”)
Sam : Di mana lagi ini?? Uh, seperti bau kambing (suara
domba)
Sam melihat tiga orang gembala menuju ke arahnya bersama rombongan domba
(anak SM), lalu Sam sembunyi
Gembala 1 : Ayo domba berbaris di sana
Anak-anak SM (berpakaian domba) duduk di tangga
Gembala 2 : Hari sudah malam, ngantuk juga
Gembala 3 : Makanya jangan suka begadang, nonton bola sih kemaren
Gembala 2 : Bola?? Belum ada TV kalee
Gembala 1 : Hoii, domba-domba gak bisa istirahat tuh
Gembala 2 : Ini nih, dia yang mulai
Gembala 3 : Enak aja, yang ngantuk siapa juga
Gembala 1 : Sudah, ayo sekarang kita istirahat sambil menjaga
domba-domba kita
Ketiga gembala beristirahat (tapi tidak tidur), lalu tiba-tiba malaikat
menghampiri, cahaya terang, gembala silau
Malaikat : Jangan takut, sbab sesungguhnya aku memberitakan
kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,
yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud
Dan inilah tandanya bagimu:
Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus
dengan lampin dan terbaring di dalam palungan
Paduan suara mulai menyanyi “Malam Kudus”, Penari Malam Kudus masuk ke panggung dengan latar
cahaya lampu lainnya mati
Prosesi penyalaan lilin dijalankan, Ev. Wahyudi & semua guru wanita,
membagikan cahaya lilin, diakhiri dengan doa ............... oleh Ev. Lim Kok
Hua
Setelah selesai, penari masuk, lampu panggung menyala, Sam muncul
Sam : wah, sungguh indah natal itu
Semua orang seharusnya tahu, betapa Tuhan sayang
pada manusia
Ia bahkan rela turun ke dalam dunia, lahir di
kandang yang hina
Padahal dialah pencipta alam semesta ini
Seharusnya semua orang tahu, supaya mereka
bisa merasakan juga kasih Tuhan ini
Gembala datang
Gembala 3 : Hai, nak, tahukah kamu, bahwa seorang Juruselamat telah
lahir untuk kita
Aku dan teman-temanku sudah melihatnya tadi !
Sam : Oh, ya, pasti senang sekali !
Gembala 3 : Sekarang kami mau memberitakan kepada orang lain tentang hal
ini, kamu mau ikut?
Sam : Ya, aku mau
Gembala 2 : Mari
teman2 semua, kita berdiri dan memberikan persembahan yang terbaik untuk Tuhan
Gembala – Gembala + Sam memimpin jemaat bernyanyi lagu“Telah Lahir di Betlehem” (lampu nyala)
sambil persembahan dijalankan
Setelah persembahan, doa oleh Lz. Roslen, lalu domba2
dan gembala masuk, dan tinggal Sam seorang diri di panggung
Sam : Tuhan, kini aku sadar pentingnya berita ini
Bahwa Engkau telah lahir ke dalam dunia untuk
menyelamatkan manusia termasuk aku
Aku ingin memberitakan ini pada orang lain,
tapi bagaimana cara aku pulang, tolong Tuhan
Ini tombol terakhir (berharap penuh)
Ada petir, efek cahaya, lalu
gelap dan hanya layar ipad yang kelihatan
SCENE 7 (Ending, Family Final)
Pemeran:
Ayah : Cw. Yudi
Ibu : Cw. Indri
Kakak (Joan) : Maria
Adik (Sam) : Leo
Lagu : Feliz navidad
Peralatan:
Pohon Natal + hiasan + intro
Feliz Navidad
Adegan:
Lampu menyala (daerah panggung)
Dekorasi: pohon natal, hadiah natal (banyak)
Sam sudah berada di rumah (berdiri dekat pohon natal) dan kondisi rumah
kosong karena sedang pergi ke tetangga (scene 1)
Sam : Oh, aku sudah kembali, terima kasih Tuhan
Orang tua dan kakak Sam masuk, Sam berlari ke mereka
Sam : uuuaaaaa Papa mama kakak, aku senang sekali
melihat kalian !!
Mama : Kami juga senang
Tapi ada apa, baru juga ditinggal sejam,
kayak sudah ditinggal berhari-hari
Joan : Iya nih Sam (bingung)
Papa : Ada apa Sam?
Sam : Papa, boleh Sam ikut mengantar kado natal pada
orang-orang?
Papa : Boleh, tapi bukannya tadi kamu bilang gak mau?
Joan : Iya, bukannya mau main dan nonton?
Sam : Tidak, natal ini aku mau memberitakan berita natal juga
Kristus yang telah lahir ke dalam dunia untuk
menyelamatkan manusia
Aku ingin semua orang tahu berita ini !!
Papa : Ya sudah, ayo siap-siap, kita segera berangkat
Tapi sebelum itu ayo kita bernyanyi dulu, “Feliz
Navidad”
Keluarga mengajak jemaat bernyanyi, lalu seluruh pemain keluar, lagu
penutup dan doa tutup oleh Cw. Yudi.

No comments:
Post a Comment