"Bagaimana Ibu dapat menyimpulkan demikian?"
"Dia tidak lagi memperhatikan saya. Dia tidak lagi menolong pekerjaan saya. Dia membiarkan saya bekerja sendiri."
"Pernahkah Ibu menyampaikan permasalahan ini pada suami Ibu? Pernahkah Ibu meminta perhatian dan pertolongannya?"
"Tidak. Tapi, dia 'kan seharusnya mengerti...."
"Apakah suami Ibu berprofesi sebagai dukun? Atau mungkin suami Ibu mempunyai semacam kemampuan telepati?"
"Hah? Tidak... Tidak..."
"Lalu, bagaimana dia dapat mengetahui persoalan Ibu bila Ibu tidak memberitahukannya kepadanya?"
"Tapi.... Dulu dia tidak begitu. Dulu dia hangat dan penuh perhatian pada saya."
"Wah, dulu Ibu tentu juga merasa nyaman curhat kepadanya ya?"
"Tentu saja! Dulu saya sering curhat kepadanya, menyampaikan segala unek-unek dan permasalahan saya kepadanya, dan dia sangat memperhatikan saya."
"Nah, di situ poinnya Bu. Nampaknya bukan hanya suami Ibu yang berubah, tetapi Ibu sendiri juga berubah. Dulu Ibu menceritakan segala unek-unek Ibu kepada suami Ibu, sehingga dia dapat memberikan perhatian yang Ibu butuhkan. Namun sekarang, Ibu tak lagi mau bercerita. Bila demikian, bagaimana suami Ibu dapat memberikan perhatian yang Ibu butuhkan itu?"
* * * * *
"Isteri saya tidak lagi mencintai saya!"
"Bagaimana Bapak dapat menyimpulkan demikian?"
"Dia tidak lagi percaya pada saya. Dia tidak lagi terbuka pada saya. Dia tidak lagi melibatkan saya pada persoalannya."
"Pernahkah Bapak menanyakan hal itu pada isteri Bapak? Pernahkah Bapak bertanya kepadanya, mengapa dia bersikap demikian?"
"Tidak. Tapi, dulu biasanya dia bercerita pada saya begitu saja tanpa saya harus bertanya kepadanya."
"Apakah isteri Bapak adalah seorang jurnalis atau reporter?"
"Hah? Tidak... Tidak...."
"Kalau begitu, bagaimana isteri Bapak akan bercerita bila Bapak tidak bertanya kepadanya?"
"Tapi, dulu dia tidak begitu. Dulu dia gemar menceritakan hari-harinya pada saya dan saya senang mendengarkannya."
"Wah, dulu pasti Bapak selalu dibuat penasaran, pengalaman unik apa lagi yang akan diceritakan Ibu pada Bapak ya?"
"Iya, biasanya saya akan menanyakan kabarnya dan dia akan segera memberondong saya dengan ceritanya."
"Nah, di situ poinnya Pak. Nampaknya bukan hanya isteri Bapak yang berubah, Bapak sendiri juga berubah. Dulu Bapak menaruh perhatian pada isteri Bapak dan menanyakan kabarnya setiap hari, sehingga dia dapat menceritakan hari yang dijalaninya kepada Bapak dengan nyaman. Namun sekarang, Bapak tidak lagi melakukannya. Lalu, bagaimana dia dapat bercerita pada Bapak?"
No comments:
Post a Comment