Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus...
Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya.
Para penonton mulai berisik dan agak ribut, sambil menjukkan rasa kecewa terhadap pemain biola terkenal itu.
Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu, sehingga suasana menjadi gaduh dan mulai terdengar suara cemohan. Paganini mulai bingung, sebab pada akhirnya ia bermain hanya dengan menggunakan satu senar saja.
Tetapi dia tetap TERUS bermain.
Tiba-tiba susana menjadi sunyi.
Diam...
Tak satupun yang bicara.
Para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak, "Hebat, hebat."
Para penonton merasa takjub, sebab hanya dengan satu senar saja, Paganini mampu menampilkan suara biola yang begitu merdu.
Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar.
Suasana menjadi tegang...
Seakan semua menahan nafas...
Sunyi....
Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.
Dia menaruh biolanya di dagunya..
dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya...
Wow.... solo biola sangat indah terdengar, simphony menyentak kesunyian...
Sangat harmonis dengan orkestra...
Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.
Hiruk pikuk tepuk tangan spontan memenuhi ruangan... semua berdiri... tanda kagum.
Beberapa bakan terlihat menyapu pipi yg basah dengan air mata kekaguman.
Siapapun tak akan melupakan peristiwa ajaib itu. Perjuangan dan usaha telah mengubah kekurangan menjadi kesempurnaan; cemoohan menjadi pujian.
MAKNA:
Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu berkonsentrasi pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.
(Sumber: NN --- kutipan)
------------------------------
Saudara
Apakah kita masih memikirkan senar-senar kehidupan kita yang putus saat ini?
Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?
Jika demikian, penulis ingin menganjurkan jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.
Jadi janganlah BERHENTI...
teruslah BERMAIN...
Bukan soal berapa senar yang putus...
Namun seberapa keinginan-mu memanfaatkan sisa senar yang ada.
SEBAB Tuhan dapat menolongmu walau hanya tersisa satu senar sekalipun.
"Dalam segala sesuatu Dia dapat turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan" (Rm.8:28). AMIN
Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya.
Para penonton mulai berisik dan agak ribut, sambil menjukkan rasa kecewa terhadap pemain biola terkenal itu.
Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu, sehingga suasana menjadi gaduh dan mulai terdengar suara cemohan. Paganini mulai bingung, sebab pada akhirnya ia bermain hanya dengan menggunakan satu senar saja.
Tetapi dia tetap TERUS bermain.
Tiba-tiba susana menjadi sunyi.
Diam...
Tak satupun yang bicara.
Para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak, "Hebat, hebat."
Para penonton merasa takjub, sebab hanya dengan satu senar saja, Paganini mampu menampilkan suara biola yang begitu merdu.
Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar.
Suasana menjadi tegang...
Seakan semua menahan nafas...
Sunyi....
Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.
Dia menaruh biolanya di dagunya..
dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya...
Wow.... solo biola sangat indah terdengar, simphony menyentak kesunyian...
Sangat harmonis dengan orkestra...
Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.
Hiruk pikuk tepuk tangan spontan memenuhi ruangan... semua berdiri... tanda kagum.
Beberapa bakan terlihat menyapu pipi yg basah dengan air mata kekaguman.
Siapapun tak akan melupakan peristiwa ajaib itu. Perjuangan dan usaha telah mengubah kekurangan menjadi kesempurnaan; cemoohan menjadi pujian.
MAKNA:
Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu berkonsentrasi pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.
(Sumber: NN --- kutipan)
------------------------------
Saudara
Apakah kita masih memikirkan senar-senar kehidupan kita yang putus saat ini?
Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?
Jika demikian, penulis ingin menganjurkan jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.
Jadi janganlah BERHENTI...
teruslah BERMAIN...
Bukan soal berapa senar yang putus...
Namun seberapa keinginan-mu memanfaatkan sisa senar yang ada.
SEBAB Tuhan dapat menolongmu walau hanya tersisa satu senar sekalipun.
"Dalam segala sesuatu Dia dapat turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan" (Rm.8:28). AMIN
No comments:
Post a Comment